Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘tahta

Mengukur Kesetiaan

leave a comment »

Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa.

Tapi kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya.

Bila kau mempunyai segala nya dan ia mencintaimu, itu kenyataan.

Namun bila kau tidak mempunyai segala nya dan ia masih mencintaimu, itulah ketulusan.

Sesungguhnya kamu tak perlu memiliki segala nya untuk bahagia

Karena yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang mampu membuatmu tersenyum ketika hatimu berduka.

Semoga kita dikaruniakan pasangan halal yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan…amiin

Quote from: Dr. H. Agus Setiawan, Lc. MA

Written by isal

21 Mei 2014 at 15:17

7 Golongan Yang Mendapat Naungan Tuhan on The Judgement Day

with 2 comments

Semoga kita tetap istiqomah di tengah badai syahwat & syubhat yang merajalela saat ini..

Written by isal

9 November 2013 at 16:04

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , , , , ,

And in the end…

leave a comment »

Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu’alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya….

Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal.

Sang Ustadz terlihat berbeda raut wajahnya setelah burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:

“Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!”

Sang Ustadz menjawab: “Aku bukan bersedih karena burung itu.”

Para Santri: “Lantas kenapa ustadz..???”

Sang Ustadz: “Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?”

Para Santri: “Ya, kami melihatnya.”

Sang Ustadz: “Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa.”

“Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.

Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, KHUSNUL KHOTIMAH ataukah SU’UL KHOTIMAH..???”

Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.

Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti…???

Written by isal

11 Januari 2013 at 11:44

Pelajaran hidup

leave a comment »

Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkaulah yang memberikan kerajaan, harta dan kekuatan di bumi kepada sesiapa yang Engkau kehendaki dari ciptaan-Mu dan Engkau pulalah yang mencabut itu semua dari orang yang Engkau kehendaki.

Engkau berikan kemuliaan kepada orang yang Engkau kehendaki di dunia dan di akhirat dan Engkau jadikan kehinaan bagi orang yang Engkau kehendaki.

Di “tangan” Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkaulah Maha kuasa atas segala sesuatu.

Written by isal

1 Agustus 2010 at 06:49

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , , , ,

Fitnah Harta

with one comment

oleh Dr. Daud Rasyid, MA

Harta adalah alat penunjang kehidupan manusia. Tanpa harta kehidupan berjalan dengan sulit. Ia juga dibutuhkan dalam perjuangan mewujudkan cita-cita. Harta memang secara naluri, dikejar manusia. Di dalam Alqur’an, Allah swt memberitahu hal itu, “dan sesungguhnya manusia mencintai harta itu, sangatlah hebat.”

Tanpa diajari atau dirangsang, manusia sudah dengan sendirinya mendambakan punya harta yang banyak. Karena harta berpotensi mendatangkan kesenangan. Yang perlu dipelajari manusia adalah bagaimana mendapatkan harta dengan cara yang benar. Juga bagaimana mengelola harta dengan benar, agar ia tidak berubah menjadi fitnah.
Baca entri selengkapnya »

Written by isal

4 Maret 2008 at 18:28

Ditulis dalam Obrolan

Tagged with , , ,

%d blogger menyukai ini: