Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘syaum

Godaan Setan Dari Segala Arah

leave a comment »

Sesungguhnya, manusia, manakala hatinya mati atau membatu, manakala akalnya padam atau menyimpang, manakala kalah dalam pertarungan dengan setan, manakala langkah yg ditempuh keluar dari rel agama yang diajarkan, sesungguhnya pada saat itu semakin banyak pintu masuk kejahatan dalam dirinya. Apalagi, setan itu mengalir dalam diri manusia sealiran dengan darahnya. Seorang manusia yang immunitas kejiwaannya lemah akan dikuasai setan.

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar aan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka” (QS Al-A’raf 16-17)

Berdasarkan surah tersebut, setan mengganggu dari berbagai arah, berbagai celah, dan berbagai kesempatan. Saat melakukan kebaikan pun, setan terus menggoda dengan menimbulkan perasaan bangga dan riya’ atas kebaikan yang telah dilakukan. Saat melaksanakan shalat pun, pikiran bisa saja diganggu utk beralih memikirkan dunia, utk mengalihkan pikiran kepada selain Allah. Maka, manusia hendaklah waspada setiap saat dari godaan-godaan setan tersebut.

Written by isal

20 Juli 2012 at 18:51

Setan, Teman Tidak Mesra

with 2 comments

Mudah-mudahan renungan di bawah ini dapat menjadi cambuk dan nasehat bagi diri. Wahai diri, wahai jiwa berhati-hatilah…

=====

Ramadan terjalani sudah. Setan dibelenggu, agar manusia khusyuk beribadah. Ramai-ramai menabung pahala, dan kembali fitri tatkala bulan penuh berkah ini mengikuti putaran waktu, memasuki fitrahnya, balik seperti sediakala. Benarkah jika setan ‘absen’ menggoda terjamin keharmonisan dunia? Di bulan suci ini rasanya menarik untuk bicara soal itu.

Istilah setan atau iblis hanya ada dalam agama samawi, ‘agama langit’. Yahudi, Kristen dan Islam meyakini itu. Dia semula makhluk penjaga harta surga, dan dilaknat Allah ketika menolak untuk mengakui eksistensi Nabi Adam sebagai makhluk paling mulia. Itu karena setan terbuat dari api, sedang Adam ‘hanya’ terbuat dari tanah.

Setan tidaklah terbilang jumlahnya. Ahli tafsir memprediksi, kuantitas malaikat paling banyak, disusul setan dan manusia. Disebutnya, jika ada bilangan sepuluh, maka yang sembilan adalah malaikat, satu itu setan dan manusia. Kalau satu itu dibulatkan menjadi sepuluh, maka yang sembilan itu adalah setan, sedang yang satu itu manusia.

Manusia, setan dan malaikat adalah menyatu. Poros penyatuan itu ada dalam diri manusia. Saban manusia ditemani dua malaikat yang bertindak sebagai ‘akuntan’ untuk menghitung baik dan buruk. Dan diasumsikan terdapat tiga setan yang ‘mengaduk-aduk’ jeroan manusia. Mereka membisiki dan mempengaruhi agar berbuat tercela.
Baca entri selengkapnya »

Written by isal

4 September 2008 at 12:37

%d blogger menyukai ini: