Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘situs iklan

DetikCom adalah situs iklan dengan fitur berita

with 3 comments

Nampaknya situs Detik.Com atau DetikCom sekarang sangant jauh berbenda dengan DetikCom jaman dulu. Kualitas berita DetikCom jaman dulu lebih baik dibanding sekarang. Dulu memang berita bombastis tapi tidak murahan seperti sekarang. Sekarang beritanya tetap bombasis tapi cuman secuil-secuil dan biasnaya topiknya dibagi-bagi mungkin dengan tujuan agar jumlah kliknya lebih banyak page yang dikunjungi. Dengan itu maka iklan pun akan log rotate per page.

Juga beritanya juga ya namanya wartawan mencari nafkah mungkin terlalu kreatif kadang berbau fitnah dan tidak sesuai dengan kenyataan. Maklum wartawannya mungkin dirate berdasarkan jumlah klik page yang dipost sehingga berlomba-loba bagaimana seheboh mungkin.

DetikCom sekarang saya lihat lebih seperti situs iklan yang ada beritanya. Bukan situs berita yang ada iklannya. Lihat saja Deticom sekarang banyak menyisipkan trafik dari situs pihak ketika baik untuk iklan maupun untuk fungsi statistik.

Berikut adalah beberapa trafik pihak 3rd party yang dibawa DetikCom di setiap page loading-nya :

* tweetmeme.com
* ds.serving-sys.com
* bs.serving-sys.com
* doubleclick.com
* google-analytics.com
* adsbox.detik.com
* openxp.detik.com
* s0.2mdn.net

Behaviour DetikCom juga dilengkapi oleh fungsi javascript khusus untuk AUTOLOADING sehingga ketika kita idle misal dalam jangka waktu beberapa menit, maka page DetikCom akan merefresh dengan otomatis. Hal ini mungkin ditujukan selain untuk merefresh berita juga untuk meningkatkan statistik trafik DetikCom.

DetikCom juga boros bandwidth. Per page yang diloading rata-rata di atas 150 KB. Ini dikarenakan tiap page ampir banyak banner iklan dan juga terutama banner flash yang boros bandwidth.

Dari beerapa analisis di atas dan bset practice yang saya jalani, situs DetikCom memang situs yang kurang bersahabat dengan environment yang menerapkan system WebProxy beserta content filtering mengingat barang bawaan trafiknya banyak dan kalau saya lihat memang DETIKCOM LEBIH KE ARAH SITUS IKLAN DIBANDING BERITA.

Written by isal

11 November 2010 at 05:10

%d blogger menyukai ini: