Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘maut

Mengukur Kesetiaan

leave a comment »

Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa.

Tapi kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya.

Bila kau mempunyai segala nya dan ia mencintaimu, itu kenyataan.

Namun bila kau tidak mempunyai segala nya dan ia masih mencintaimu, itulah ketulusan.

Sesungguhnya kamu tak perlu memiliki segala nya untuk bahagia

Karena yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang mampu membuatmu tersenyum ketika hatimu berduka.

Semoga kita dikaruniakan pasangan halal yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan…amiin

Quote from: Dr. H. Agus Setiawan, Lc. MA

Written by isal

21 Mei 2014 at 15:17

Renungan: LIHATLAH TELAPAK TANGANMU

leave a comment »

Ada bbrp garis utama yg menentukan nasib. Ada garis kehidupan. Ada garis rezeki & Ada pula garis jodoh.

Sekarang, menggenggamlah.. Dimana semua garis tadi ? “Di dalam telapak tangan yang anda genggam.”

Nah, apa artinya itu? Apapun takdir & keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri.

Anda lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu.

Dan, begitulah rahasia sukses.. Berjuang & berusaha dengan berbagai cara utk menentukan nasib sendiri..

Tetapi coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam?

Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu.. Karena di sanalah letak kekuatan Sang Maha Pencipta yg kita tidak akan mampu lakukan & itulah bagianNya Tuhan.

Genggam & lakukan bagianmu dengan kerja keras & sungguh, & bawalah kepada Tuhan bagian yang tidak mampu engkau lakukan..!

Written by isal

1 Desember 2013 at 06:20

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , , , ,

Renungan indah WS Rendra: Semua ini adalah titipan

leave a comment »

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini
hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
mengapa Dia menitipkan padaku???

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???…

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah… “ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Written by isal

18 November 2013 at 10:37

Pernahkah kita sendiri?

leave a comment »

Dalam kesendirian

Apa yang kita perbuat?

Dalam kesendirian,

Terkadang timbul berbagai perasaan, Ada rasa takut?
Cemas? Gelisah?

Dalam kesendirian,

Terkadang kita berusaha mencari teman yang bisa menemani, entah itu orang, hp, buku atau yang lainnya.

Pernahkah kita merenung dalam kesendirian, akan nasib kita kelak?

Kesendirian kita dialam kubur, tanpa ada satupun yang dapat menemani kita.

Tiada suami, istri, anak, bapak, ibu dan yang lainya.

Dalam kesendirian itu kita berharap ada yang senantiasa menemani kita.

Kelak….
Ketika semua telah pergi meninggalkan kita dalam kesendirian, hanya amal perbuatan kitalah yang akan menemani.

Kita berharap amal kebaikanlah yang senantiasa menemani kita. Maka beramallah selagi kesempatan itu ada.
Sebelum semua terlambat dan sia-sia.

Written by isal

16 Juli 2013 at 10:17

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , ,

Syarat Mati itu…

leave a comment »

Sebuah oasis utk ruh diriku yg tandus kering kerontang dan berbatu:

Jangan tertipu dengan usia MUDA”
karena syarat Mati TIDAK harus TUA…

Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat Mati TIDAK mesti SAKIT…

Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaaan Sebab Si kayapun TIDAK pernah menyiapkan Kain Kafan buat dirinya meski cuma Selembar…

Teruslah berbuat BAIK,
berniat untuk BAIK,
berkata yang BAIK-BAIK, memberi nasihat yang BAIK Meskipun TIDAK banyak orang yang mengenalimu.

Cukuplah Allah yang mengenali kita lebih dari pada orang lain.

Jadilah bagai Jantung yang tidak terlihat, Tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya & menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai dberhentikan oleh-NYA.

Kudos: Thanks to sensei Jamal for sharing me this oasis…

Written by isal

30 April 2013 at 21:31

10 Tweet Terakhir Alm. Ustadz JEFRY AL BUCHORI

with one comment

Bismillahir-Rah­ ­maanir-Rahim…

# “Pada akhirnya .. Semua akan menemukan yg namanyatitik jenuh .. Dan pada saat itu .. Kembali adalah yg terbaik .. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya .. Bismika Allohumma ahya wa amuut..”

#”Yang paling banyak aku sembunyikan adalah keburukanku .. Dan yang paling banyak aku tampak kan adalah kebaikanku ..”

# “Diri ini selalu ingin kelihatan baik di mata manusia yang lain .. Padahal begitu jelas keburukannya dimataMU .. Ampuni aku .. Ampuni aku ..”

# “Kenapa manusia nggak boleh berlama-lama menanam kebencian, dendam dan kemarahan, khawatir nggak ada umur, kemudian mati membawa itu semua, na’udzu billah”

# “Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi hina ..
Hina dlm perbuatan ..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buruk ..
Buruk dlm sangkaan ..”

# “Gak ada satupun manusia yang gak pernah berbuat salah .. Lalu kenapa jadi sulit untuk memaafkan orang yangtelah berbuat salah kepada dirinya ..”

# “Pada dasarnya manusia itu makhluk yang memiliki sifat lemah lembut & cerdas, hanya saja dalam perjalanannya nafsu yang tidak baik telah mengotorinya”

# “Kebenaran itu mengajak bukan menginjak, merangkul bukan memukul, memeluk bukan menekuk, munculkan harapan bukan mupuskan harapan, tidak merasa lebih baik”

# “Berhati-hatila­h kpd orang dengki, apapun akan menjadi salah di hadapannya,oran­g dengki tidak pernah menyadari kedengkiannya, kecuali ada hidayah”

# “Memberi maaf tidak harus menunggu yang salah meminta maaf .. itulah kemuliaannya ..”

(.. .Dalam dekapan cinta sang Pencipta kini beliau tertidur pulas selamanya .. .Dalam ingatan kita beliau akan tetaphidup .. Semoga apa yang beliau perjuangkan, cintanya pada Ad Dien,dan kasih sayangnya pada umat islam bisa menumbuhkan UJE UJE yang lain … aamiin … ) Wallahu’alam bishshawab, ..

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci … ~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ..amien.

Written by isal

30 April 2013 at 10:26

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , , ,

Pergi tak kembali…

leave a comment »

Kita tak sama nasib di sana, baikkah atau sebaliknya…

Written by isal

27 April 2013 at 07:21

DetikCom Semaput Pagi Ini. RIP Uje!

leave a comment »

Kejadian di 26 April 2013 pukul 09:12 WIB. Mungkin banyak yang akses. Bertepatan dengan meninggal-nya alm Uje. RIP Uje. Allohummagfirahu Warhamhu Wa afihi wa’fu anhu…Ammien

Written by isal

26 April 2013 at 09:20

And in the end…

leave a comment »

Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu’alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya….

Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal.

Sang Ustadz terlihat berbeda raut wajahnya setelah burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:

“Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!”

Sang Ustadz menjawab: “Aku bukan bersedih karena burung itu.”

Para Santri: “Lantas kenapa ustadz..???”

Sang Ustadz: “Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?”

Para Santri: “Ya, kami melihatnya.”

Sang Ustadz: “Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa.”

“Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.

Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, KHUSNUL KHOTIMAH ataukah SU’UL KHOTIMAH..???”

Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.

Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti…???

Written by isal

11 Januari 2013 at 11:44

%d blogger menyukai ini: