Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘detik.com

Keberpihakan Mainstream Media di Pilgub DKI 2012

with one comment

Saya sih gak mendukung salah satu cagub dan gak peduli siapa yang jadi gubernur nanti, namun saya lihat pengaruh keberpihakan mainstream media cukup besar terhadap salah satu cagub DKI. Secara statistik dan kasat mata ini gambarannya (Anda bisa cek dan re-check sendiri):

  1. Detik.Com : isi pemberitaannya lebih memihak pencitraan Cagub JOKOWI-AHOK. Media DetikCom cukup vulgar memihak JOKOWI-AHOK di pilgub ini.
  2. Kompas : isi pemberitaannya lebih berat ke cagub JOKOWI-AHOK. Media Kompas tidak begitu vulga memihak JOKOWi-AHOK namun dia elegan. Elegan memuji FOKE-NARA namun ujung-ujungnya mengg-getok FOKE
  3. Inilah.Com : Lebih memihak FOKE-NARA dan memojokkan JOKOWI-AHOK

Jika Anda masih ragu dengan analisis saya, Coba Anda hitung sendiri deh secara statistik isi pemberitaan media-media di atas lebih condong dan berat ke mana…

Moral Story:

  • Pencitraan politik bisa dipesan dan sudah masuk ke konglomerasi media..
  • Gak ada itu media yang 100% independent coz semuanya juga bisa dipesan dengan kepentingan terselubung alias UUD (ujung-ujungnya duit)..
  • Wartawan adalah manusia biasa bukan malaikat. Bisa aja kemasukan setan lewat berbagai macam gratifikasi dari orang yang diberitakan. Oknum kabiro pemberitaan di setiap daerah umumnya banyak menikmati amplop ataupun gratifikasi dari pejabat daerah seperti gubernur atau walikota.

Written by isal

20 September 2012 at 12:21

DetikCom adalah situs iklan dengan fitur berita

with 3 comments

Nampaknya situs Detik.Com atau DetikCom sekarang sangant jauh berbenda dengan DetikCom jaman dulu. Kualitas berita DetikCom jaman dulu lebih baik dibanding sekarang. Dulu memang berita bombastis tapi tidak murahan seperti sekarang. Sekarang beritanya tetap bombasis tapi cuman secuil-secuil dan biasnaya topiknya dibagi-bagi mungkin dengan tujuan agar jumlah kliknya lebih banyak page yang dikunjungi. Dengan itu maka iklan pun akan log rotate per page.

Juga beritanya juga ya namanya wartawan mencari nafkah mungkin terlalu kreatif kadang berbau fitnah dan tidak sesuai dengan kenyataan. Maklum wartawannya mungkin dirate berdasarkan jumlah klik page yang dipost sehingga berlomba-loba bagaimana seheboh mungkin.

DetikCom sekarang saya lihat lebih seperti situs iklan yang ada beritanya. Bukan situs berita yang ada iklannya. Lihat saja Deticom sekarang banyak menyisipkan trafik dari situs pihak ketika baik untuk iklan maupun untuk fungsi statistik.

Berikut adalah beberapa trafik pihak 3rd party yang dibawa DetikCom di setiap page loading-nya :

* tweetmeme.com
* ds.serving-sys.com
* bs.serving-sys.com
* doubleclick.com
* google-analytics.com
* adsbox.detik.com
* openxp.detik.com
* s0.2mdn.net

Behaviour DetikCom juga dilengkapi oleh fungsi javascript khusus untuk AUTOLOADING sehingga ketika kita idle misal dalam jangka waktu beberapa menit, maka page DetikCom akan merefresh dengan otomatis. Hal ini mungkin ditujukan selain untuk merefresh berita juga untuk meningkatkan statistik trafik DetikCom.

DetikCom juga boros bandwidth. Per page yang diloading rata-rata di atas 150 KB. Ini dikarenakan tiap page ampir banyak banner iklan dan juga terutama banner flash yang boros bandwidth.

Dari beerapa analisis di atas dan bset practice yang saya jalani, situs DetikCom memang situs yang kurang bersahabat dengan environment yang menerapkan system WebProxy beserta content filtering mengingat barang bawaan trafiknya banyak dan kalau saya lihat memang DETIKCOM LEBIH KE ARAH SITUS IKLAN DIBANDING BERITA.

Written by isal

11 November 2010 at 05:10

%d blogger menyukai ini: