Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘dengki

And in the end…

leave a comment »

Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu’alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya….

Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal.

Sang Ustadz terlihat berbeda raut wajahnya setelah burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:

“Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!”

Sang Ustadz menjawab: “Aku bukan bersedih karena burung itu.”

Para Santri: “Lantas kenapa ustadz..???”

Sang Ustadz: “Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?”

Para Santri: “Ya, kami melihatnya.”

Sang Ustadz: “Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa.”

“Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.

Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, KHUSNUL KHOTIMAH ataukah SU’UL KHOTIMAH..???”

Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.

Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti…???

Written by isal

11 Januari 2013 at 11:44

Godaan Setan Dari Segala Arah

leave a comment »

Sesungguhnya, manusia, manakala hatinya mati atau membatu, manakala akalnya padam atau menyimpang, manakala kalah dalam pertarungan dengan setan, manakala langkah yg ditempuh keluar dari rel agama yang diajarkan, sesungguhnya pada saat itu semakin banyak pintu masuk kejahatan dalam dirinya. Apalagi, setan itu mengalir dalam diri manusia sealiran dengan darahnya. Seorang manusia yang immunitas kejiwaannya lemah akan dikuasai setan.

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar aan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka” (QS Al-A’raf 16-17)

Berdasarkan surah tersebut, setan mengganggu dari berbagai arah, berbagai celah, dan berbagai kesempatan. Saat melakukan kebaikan pun, setan terus menggoda dengan menimbulkan perasaan bangga dan riya’ atas kebaikan yang telah dilakukan. Saat melaksanakan shalat pun, pikiran bisa saja diganggu utk beralih memikirkan dunia, utk mengalihkan pikiran kepada selain Allah. Maka, manusia hendaklah waspada setiap saat dari godaan-godaan setan tersebut.

Written by isal

20 Juli 2012 at 18:51

%d blogger menyukai ini: