Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Posts Tagged ‘ayah

NEGERI TANPA AYAH

leave a comment »

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar ‘membuat’ anak

3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja

5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah

6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab

8| AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya

9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya

10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya

11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

Baca entri selengkapnya »

Written by isal

15 Maret 2014 at 14:08

Catatan ringan perjuangan menuju tempat kerjaan

leave a comment »

Hidup di Jakarta memang penuh perjuangan. Apalagi buat orang yg penghasilannya terbatas sehingga kebutuhan transportasinya begitu bergantung pada fasilitas umum. Perjuangan meraih tempat untuk berdiri di dalam bis tujuan kota jakarta saja kadang sudah berat, apalagi jika ingin dapat tempat duduk. Tempat duduk adalah benda ‘mewah’ dalam konteks transportasi umum. Tempat saya menunggu bis adalah ujung dari rute trayek bis ini. Tentunya lebih mudah bagi kami yg menunggu bis di ujung trayek ini untuk mendapat kursi ketimbang orang-orang yang menunggu di tengah-tengah rute trayek. Tapi jangan anggap terlalu mudah, karena yang menunggu di pangkalan ujung trayek inipun banyak, lebih banyak dari kursi yang tersedia di bis sehingga kursi tetap saja jadi rebutan.

Momen orang berlarian berebut memasuki pintu dari setiap bis yang baru datang adalah momen yang menarik. Setiap orang berharap menjadi yg lebih dahulu masuk, agar masing-masing mereka dapat duduk. Kadang ada sedikit dorongan, senggolan dan berbagai benturan fisik lain. Semua itu dilakukan karena dengan duduk, perjalanan yang bisa memakan waktu sampai 2 jam, bisa diselingi dengan tidur, chatting, bbm-an, atau bahkan dengan menulis tulisan ini.

Yang menarik dari perjalanan hari ini adalah seorang bapak yang setelah rebutan masuk bis, duduk 2 baris di depan saya. Pakaiannya biasa saja, baju hitam dengan celana hitam. Gak berbeda dengan orang lain. Setelah dia dapat tempat duduk, dia sempat menyapa seorang bapak lain di baris belakangnya, persis di depan saya duduk. Bis sudah penuh dan mulai berjalan, beberapa orang harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Selang 20 meter bus berhenti kembali, ada beberapa penumpang mulai naik. Bapak ini mulai menarik perhatian saya, karena dia memberi kode kepada seorang wanita muda berpenampilan pegawai kantoran yang duduk diatas motor di samping bis yang berhenti. Wanita itupun naik kedalam bis, sementara si bapak malah berdiri dari kursinya dan kemudian menyerahkan kursinya kepada si wanita sebelum kemudian turun dari bis.

Saya bertanya-tanya, fenomena apa ini? Apakah sudah sebegitu kerasnya perjuangan mendapat kursi di bis sampai perlu ada calo khusus?
Jawabannya saya dapat dari bapak di depan saya. Ternyata wanita itu putri si bapak yang turun dari bis. Saya perhatikan wajah si bapak yang saat ini sudah duduk diatas motor disamping bis tadi. Seperti senang sekali bisa mempermudah hidup putrinya walau mungkin hanya sekedar untuk 2 jam perjalanan..

Oh bapak, terima kasih sudah menginspirasi saya.. Anak-anak kita adalah titipan Allah. Jaga, rawat dan sayang adalah kata yang harus menghiasi interaksi kita dengan mereka..

3desember, diatas kursi yang diantar 4 roda berputar

——
Sharing from a friend who live in Bekasi and work in Jakarta

Written by isal

3 Desember 2013 at 11:06

Ditulis dalam Indonesiana, Obrolan

Tagged with , , , , , ,

Pertengkaran Orang Tua Pengaruhi Anak

leave a comment »

Taken From Kompas 2013-04-09. Mdh2 bermanfaat..

Written by isal

10 April 2013 at 17:01

ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU…!!!

leave a comment »

① Jika anakmu BERBOHONG
Itu krn engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

② Jika anakmu TDK PERCAYA DIRI
Itu krn engkau TDK MEMBERI dia SEMANGAT.

③ Jika anakmu KURANG BERBICARA
Itu krn engkau TDK MENGAJAKNYA BICARA.

④ Jika anakmu MENCURI
Itu krn engkau TDK MENGAJARNYA MEMBERI.

⑤ Jika anakmu PENGECUT
Itu krn engkau selalu MEMBELANYA.

⑥ Jika anakmu TDK MENGHARGAI ORG LAIN Itu krn engkau BERBICARA TERLALU KERAS kpdnya.

⑦ Jika anakmu suka MARAH² Itu krn engkau KURANG MEMUJINYA.

⑧ Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS
Itu krn engkau TDK BERBAGI dengannya.

⑨ Jika anakmu SUKA MENGASARI org lain
Itu krn engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN terhadapnya.

⑩ Jika anakmu LEMAH Itu krn engkau SUKA MENGANCAMNYA.

⑪ Jika anakmu CEMBURU Itu krn engkau MENELANTARKANNYA.

⑫ Jika anakmu MENGGANGGUMU Itu krn engkau KURANG MENCIUM atau MEMELUKNYA.

⑬ Jika anakmu TDK MEMATUHIMU
Itu krn engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

⑭ Jika anakmu TERTUTUP Itu krn engkau TERLALU SIBUK.

Written by isal

13 Maret 2013 at 21:19

Let’s Save Our World. Start from Home now!

leave a comment »

The World will not be destroyed by those who do evil, but by those who watch them without doing anything
– Albert Einstein

Written by isal

21 Februari 2013 at 10:00

Ditulis dalam Indonesiana

Tagged with , , , , , , ,

%d blogger menyukai ini: