Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Hubungan strategi bisnis dan IS/IT

leave a comment »

Sebelum kita membahas lebih dalam terkait hubungan strategi bisnis dengan Information System / Information Technology (IS/IT), maka kita harus tahu dulu apa itu strategi. Menurut (Olsen, 2007), strategi berarti secara sadar memilih untuk menjadi jelas tentang arah perusahaan yang kita kelola dalam kaitannya dengan apa yang terjadi di lingkungan yang dinamis. Dengan pengetahuan ini, kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk merespon secara proaktif terhadap perubahan lingkungan.

Poin baik dari strategi adalah sebagai berikut:

· Menetapkan nilai unik proposisi dibandingkan dengan kompetitor kita

· Dieksekusi melalui operasi yang memberikan nilai yang berbeda dan disesuaikan untuk pelanggan

· Mengidentifikasi tradeoff yang jelas dan mengklarifikasi apa yang tidak harus dilakukan

· Berfokus pada kegiatan yang cocok dan saling memperkuat

· Mendorong peningkatan berkelanjutan dalam organisasi dan menggerakkannya menuju visinya

Strategi bisnis bertujuan untuk memberikan arah yang jelas bagi tercapainya visi dan misi suatu perusahaan. Menurut (Boar, 2000), strategi bisnis (business strategy) harus fokus pada hal berikut:

  1. Membangun keunggulan baru yang meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan jarak dari kompetitor
  2. Mempertahankan keunggulan yang ada yang meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan jarak dari kompetitor
  3. Menekan atau menghilangkan keunggulan kompetitor

Setiap organisasi memiliki beberapa bentuk strategi, baik implisit maupun eksplisit, dan inti dari stratregi bisnis terletak dalam menciptakan keunggulan kompetitif di masa depan lebih cepat dibanding kompetitor. Organisasi didorong untuk melakukan inovasi sehingga mampu menciptakan lingkungan bisnis yang sehat.

Adapun gambaran detail dari hubungan antara strategi bisnis dan strategi IS/IT adalah seperti pada gambar sbb:

Gb. 1 Hubungan antara Strategi Bisnis dan Stategi IS/IT (Ward & Peppard, 2002)

Dari gambar 1 di atas, strategi bisnis dan IS/IT memiliki keterkaitan satu sama lain.

  • Strategi bisnis mencakup : keputusan bisnis, tujuan dan arah perusahaan dan manajemen perubahan yang terjadi di perusahaan. Pada aspek ini menjadi pijakan dimana bisnis berlangsung dan mengapa (why) bisnis harus tetap berjalan. Dan ini menjadi arahan bagi stategi IS/IT di bawahnya.
  • Strategi IS mencakup: basis/dasar pendukung bisnis, orientasi permintaan dan fokus pada penerapan/aplikasi. Pada aspek ini menjadi pijakan apa-apa saja (what) yang diperlukan bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Dan ini diturunkan menajdi kebutuhan-kebutuan dan prioritas apa yang harus dilakukan pada strategi IT.
  • Stategi IT mencakup activity based di lapangan, orientasi penyediaan dan fokus pada teknologi. Pada aspek ini menjadi pijakan mengenai bagaimana (how) bisnis dapat dideliver dengan baik melalui teknologi berupa insfrasturktur dan layanan.

Di lingkungan bisnis yang dinamis dan berubah cepat seperti saat ini, sumber yang bisa mejadikan keunggulan kompetitif adalah konsep strategi IS/IT yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Selain itu IS/IT bisa dijadikan sebagai enabler strategi bisnis baru.

Apa yang dapat disimpulkan adalah bahwa kita harus memperlakukan IS/IT seperti bagian lain dari bisnis, seperti marketing, produksi atau purchasing — yakni harus diterapkan secara efisien dan efektif agar bisnis dapat bertahan tetapi juga dapat memberikan daya saing strategis bagi organisasi jika dikelola secara baik. Hal ini menyiratkan pendekatan yang berasal dari dan terintegrasi dengan komponen lain dari strategi bisnis.

Written by isal

11 Desember 2020 at 10:02

Current Popular Programming Language

leave a comment »

Just pick one or two to mastery!

Written by isal

8 Desember 2020 at 11:31

Ditulis dalam Uncategorized

Top mistakes I made as junior developer

leave a comment »

😔

Written by isal

25 November 2020 at 18:04

Ditulis dalam Uncategorized

Nasehat untuk orang IT

leave a comment »

Written by isal

12 November 2020 at 08:09

Ditulis dalam Uncategorized

Path to a Successful Deployment

leave a comment »

Introduction

As mentioned in the course introduction, a G Suite deployment for larger organizations is typically managed over three phases. Let’s take a look at these phases and optimum timelines. It is said that there are typically three ‘Go-Lives’ in a G Suite deployment:

  • Core IT
  • Early Adopters, and
  • Global Go-Live

While deployments typically run for between 90 and 120 days in large enterprises, it’s useful to think of it as a three month effort. This can be quite helpful in laying out the deployment lifecycle plan for people working in the organization. The diagram below shows the three stages and key objectives of each.

Note that larger organizations will need the deployment to be phased out over a longer timescale, whilst other smaller organizations may move more swiftly.

Follow the guidelines here and the resources linked to from this course and you will achieve a successful deployment for your organization.

Core IT

In the Core IT phase, you’re working with a small group of IT professionals within the organization, upto 25 individuals, and piloting the deployment with them. This phase doesn’t create any change or disruption to the existing IT systems operating there. The successful provisioning for this group is critical in order to be able to proceed to the next phase. It provides an excellent opportunity to identify forthcoming challenges and issues and resolve them at this early stage.

Early Adopters

In the Early Adopters phase, you build on what you have achieved with the Core IT phase. Essentially this is a full deployment, but rolled out to between 5% and 10% of the staff compliment. Now, the G Suite deployment is more visible and you can use this phase to step up the technical rollout and especially the Change Management elements.

This phase should not be viewed as a technical rehearsal. It is rather a rehearsal for the organization. It is a Change Management milestone, where user acceptance is built. During this phase you will also enable Google Guides in your organization. These mentors will play a critical role in communicating acceptance and enthusiasm for new ways of working that are facilitated by the technology, G Suite.

Global Go-Live

There should be no surprises in the Global Go-Live phase. It’s primarily concerned with bringing the rest of the organization onto the G Suite system, thus embedding the Go-Live processes into the business. Pro-active communications and easy-to-find support are essential at this phase. During this phase, you will engage the Google Guides to support the workforce during this larger company Go-live.

As with any IT implementation, fast access to training is essential as there’s a critical window to achieve global user acceptance. Many IT projects fail because people were not adequately supported to use them. There are other reasons of course, but it’s seldom because of a fault in the technology.

As Google itself points out, the technology associated with G Suite works, and we know this because it’s working all over the world. Your job is to support your business in deploying G Suite and, most importantly, the processes it makes possible.

Written by isal

31 Oktober 2020 at 15:39

Ditulis dalam cloud

Tagged with , , ,

Download Berbagai Versi Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja 2020

with one comment

Berikut adalah salinan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang diusulkan oleh pemerintah untuk disetujui oleh DPR.

  1. Draft RUU Cipta Kerja, Februari 2020. 1028 Halaman
  2. RUU Cipta Kerja final hasil paripurna pengesahan oleh DPR, 8 Okt 2020. 905 Halaman
  3. RUU Cipta Kerja final yang dikeluarkan oleh Sekretariat DPR untuk dikirim ke Presiden, 12 Okt 2020. 1035 halaman.
  4. RUU CIPTA KERJA – PENJELASAN, 13 Okt 2020. 812 Halaman.

Anda bisa melakukan komparasi dengan menggunakan fitur Compare Document di MS Word untuk melihat pasal-pasal mana yang mengalami perubahan, penyisipan dan penghapusan. Semoga ke depan DPR tidak lagi gegabah mengesahkan Undang-undang yang ternyata masih harus ada revisi baik itu typo, wording dan editing lainnya. Coba cek deh perbedaan antara naskah no.1 versus no.2. Juga perbedaaan antara naskah no.2 versus no.3. Itu ada perbedaan dari yang menarik untuk kita analisis. Bisa dijadikan materi skripsi atau tesis hehehe.

Written by isal

12 Oktober 2020 at 19:01

Jadilah ahli di satu bidang: Spesialist

leave a comment »

Lebih baik tajam di satu sisi, daripada tumpul di banyak sisi.Memiliki kepakaran dalam satu hal sudah cukup untuk membuatmu terbang di belantara karier ataupun pekerjaan profesional..

Written by isal

15 Agustus 2020 at 20:15

Ditulis dalam karir

Perlengkapan untuk new normal era pandemi Covid-19

leave a comment »

Berikut adalah perlengkapan apa saja yang wajib dibawa ketika kita keluar rumah di era new normal pandemi Covid-19.

Written by isal

2 Juni 2020 at 08:42

Apa itu Machine Learning

leave a comment »

Apa itu Machine Learning atau Pembelajaran Mesin?
Dua definisi Machine Learning ditawarkan:
Arthur Samuel menggambarkannya sebagai: “bidang studi yang memberikan komputer kemampuan untuk belajar tanpa diprogram secara eksplisit.” Ini adalah definisi yang agak kuno dan informal.Tom Mitchell memberikan definisi yang lebih modern: “Suatu program komputer dikatakan belajar (learn) dari pengalaman (Experience) E sehubungan dengan beberapa kelas tugas (Task) T dan ukuran kinerja (Performace) P, — jika kinerjanya pada tugas-tugas di T, yang diukur dengan P, meningkat dengan pengalaman E.Contoh: bermain catur.
E = pengalaman bermain banyak permainan catur
T = tugas bermain catur.
P = probabilitas bahwa program akan memenangkan pertandingan berikutnya.Secara umum, setiap masalah pembelajaran mesin dapat ditugaskan ke salah satu dari dua klasifikasi besar:

  • Pembelajaran terawasi (Supervised learning)
  • Pembelajaran tanpa pengawasan (Unsupervised learning).

Berikut adalah formula penting dari beberapa metode Machine Learning:

Written by isal

23 April 2020 at 19:29

%d blogger menyukai ini: