Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Gambaran terkait proyek IT untuk pengembangan system e-Voting Pemilu berbasis mobile application

leave a comment »

Ceritanya saya ditunjuk sebagai seorang manajer proyek pada suatu proyek IT untuk pengembangan system e-Voting berbasis mobile application yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses pemungutan suara dalam pilkada serentak di Indonesia, maka big picure langkah strategis yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:

A. MOV (Measurable Organization Value) Project Mobile Based e-Voting

MOV (Measurable Organization Value) adalah cara untuk mengukur keberhasilan suatu proyek tidak hanya di akhir proyek, namun juga seperti yang digunakan dan operasional. Untuk memberikan nilai nyata bagi sebuah proyek organisasi harus menyelarasan dan mendukung strategi serta tujuan organisasi. Kata MOV diciptakan oleh Jack Marchewka sebagai alat alternatif untuk konsep Return on Investment atau ROI yang berarti keseluruhan tujuan dan ukuran keberhasial suatu proyek. Sebuah MOV harus measurable (dapat diukur), memberikan nilai bagi organisasi, disepakati oleh tim dan dapat diverifikasi.

Proses-proses yang dilakukan untuk mengembangkan MOV project e-Voting :

  1. Mengidentifikasi area berpengaruh yang diinginkan
    Terdapat beberapa area yang berpotensi antara lain strategi, customer, finansial, operasional,

• Strategic.

– Pemilu berjalan dengan aman, efektif, efisien dan akuntable.

– Rekapitulasi hasil pencoblosan dihasilkan dengan cepat, akurat, aman dan bebas dari kesalahan

– Hasil rekapitulasi pemilu dapat diakses secara realtime oleh semua kalangan via internet atau perangkat mobile.

• Customer

– Pemilih dapat dengan mudah untuk melakukan pencoblosan secara elektronik tanpa perlu antri secara fisik di TPS

– Panitia dapat dengan mudah mendapatkan hasil pemilu

• Financial.

– Biaya operasional pemilu dapat ditekan seefisien mungkin dibandingkan dengan pemilu konvensional biasa lewat TPS. Dari data CNN Indonesia[1], biaya total pilkada serentak tahun 2019 adalah sebesar Rp. 10 Triliun.

– Sistem E-Voting di Pilkada dipastikan akan bisa menekan biaya secar efektif

• Social.

– Peran manusia dapat dikurangi seefisien mungkin. Tidak diperlukan lagi petugas KPPS yang banyak di TPS.

– Pemilu bisa berjalan dengan aman dan tanpa gaduh

  1. Mengidentifikasi nilai yang diinginkan bagi organisasi khususnya KPU sebagai sponsor Project.
    Terdapat 4 hal yang membantu menentukan nilai bagi organisasi:

– Better Election, E-Voting meningkatkan kualitas atau efektivitas Pemilu

– Faster Election Proces, E-Voting meningkatkan kecepatan atau mengurangi waktu siklus perhitungna suara

– Cheaper Election, Pemilu lebih murah dan mengurangi biaya anggaran negara dari pemborosan

– Do More, E-Voting bisa melakukan lebih misal proses sosialiasi pemilu dan pengenalan para bakal calon menjadi lebih jelas dan transparan

  1. Metric / ukuran yang tepat Sistem E-Voting

Dengan System E-Voting ini, KPU sebagai sponsor menetapkan metrik target sebagai berikut:

– Tingkat partisipasi pemilih mencapai 90% dan golput ditekan maksimum 10%.

– Anggaran belanja untuk pemilu bisa ditekan hingga 70%.

– Waktu pemrosesan rekapiltasi total suara final dapat diketahui 1 jam setelah batas jam pemilu berakhir

  1. Menentukan target waktu untuk mencapai MOV

– Project E-Voting ini harus selesai 6 bulan sebelum pemilu dimulai

– Proses evaluasi berupa testing dan simulasi harus selesai dalam waktu 4 bulan sebelum Pilkada.

– Audit sistem dan sertifikasi berbagai macam compliance oleh konsultan independen harus beres 2 bulan sebelum pemilu dimulai

– Sistem E-Voting setiap tahun akan diadit oleh auditor independet

  1. Verifikasi dan mendapatkan persetujuan dari stakeholder proyek
    Verifikasi ini berguna untuk memastikan bahwa MOV akurat dan realistis serta mendapatkan persetujuan stakeholder/sponsor dalam hal ini :
    • KPU
    • Pemerintah
    • DPR
  1. Meringkas MOV dalam statement atau tabel yang jelas
    Proyek E-Voting ini akan berjalan dengan sukses jika :
Penyelegaraan Pilkada MOV
Ke-1 Partisipasi pemilih mencapai 85% dan biaya pilkada ditekan hingga 50%
Ke-2 dan seterusnya Partisipasi pemilih mencapai 90% dan biaya pilkada ditekan hingga 70%

B. Identifikasi benefit project ini baik yang tangible ataupun yang intangibel yang dapat direpresentasikan dengan satuan rupiah.

(Remenyi et al, 1995) membagi manfaat dari utilisasi teknologi informasi menjadi dua macam, yang bersifat tangible dan intangible. Manfaat tangible adalah yang secara langsung berpengaruh terhadap profitabilitas organisasi, baik berupa pengurangan atau penghematan biaya (cost) maupun peningkatan pendapatan (revenue). Sebagai contoh, jika pada mulanya organisasi harus mempekerjakan beberapa karyawan yang secara khusus bertugas mempersiapkan laporan-laporan rekapitulasi keuangan, dengan diimplementasikannya aplikasi Datawarehousing maka perusahaan yang bersangkutan tidak perlu lagi harus merekrut karyawan-karyawan baru yang harus digaji per bulannya.

Contoh lainnya adalah dengan diinstalasinya sistem E-Voting sebagai perpanjangan sistem voting manual, KPU dapat merperluas jangkauan pemilih sehingga dapat menjaring para pemilih lebih luas. Secara nyata KPU dapat merasakan pertambahan pemilih yang diperoleh melalui sistem e-Voting mobile.

Namun pada kenyataannya, tidak semua jenis manfaat tangible dapat dinyatakan dalam besaran angka atau kuantitatif. Contoh yang paling populer adalah dengan dikembangkannya Office Automation System, sebuah perusahaan merasa kinerjanya menjadi lebih efisien dan

cost effective. Namun besarnya efisiensi dan efektivitas sangat sulit dikuantitatifkan dalam rupiah.

Di sisi lain, manfaat intangible didefinisikan sebagai manfaat positif yang diperoleh oleh organisasi sehubungan dengan pemanfaatan teknologi informasi, namun tidak memiliki korelasi secara langsung dengan profitabilitas organisasi/perusahaan. Seperti halnya manfaat tangible dan manfaat intangible dapat dibagi menjadi dua bagian, yang quantifiable dan yang unquantifiable atau biasa pula dipergunakan measurable dan unmeasurable. Matriks berikut menggambarkan kategori dari manfaat atau benefit yang diperoleh oleh perusahaan sehubungan dengan investasi di bidang teknologi informasi beserta contoh-contohnya.

Gambar 1. Matrix Benefit Investasi IT di organisasi

Berdasarkan kenyataan di lapangan, terlihat bahwa sebagian besar manajemen hanya memperhatikan manfaat yang tangible-quantifiable karena mudah untuk dikalkulasi dan dirupiahkan dan terlihat berpengaruh langsung terhadap profitabilitas organisasi. Sehingga tidaklah mengherankan jika melihat kenyataan betapa sulitnya meng-goal-kan suatu proyek teknologi informasi karena berdasarkan perhitungan, terlihat bahwa benefit yang diperoleh tidak sesuai dengan besarnya cost yang dikeluarkan. Namun jika manajemen berani untuk mengkalkulasi baik secara heuristik maupun secara what-if simulation maka akan terlihat kelayakan investasi di bidang teknologi informasi.

Kalkulasi secara heuristik biasanya dilakukan dengan cara hitung-hitungan kasar dan sederhana. Katakanlah untuk dalam pilkada manual setiap anggota KPPS dicharge honor Rp. 500.000,-. Dikalikan 7.500.000 orang petugas di seluruh indonesia maka akan membutuhkan biaya Rp. 3.750.000.000.000, -. (Tiga koma tujuh lima Triliun rupiah).

Jika kita menggunakan sistem E-Voting, maka petugas KPPS bisa kita kurangi menjadi sekitar 500.000 orang maka dengan demikian akan mengurangi biaya hampir 70% yakni menjadi Rp. 250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh milyar rupiah).

Nilai kasar inilah yang dianggap dapat merepresentasikan nilai dari informasi (manfaat) tersebut, sehingga dapat melakukan perbandingan dengan biaya yang diperlukan untuk membangun sistem E-Voting tersebut.

Adapun jika dituangkan dalam bentuk tabel matrix sesuai model pada gambar 1 di atas adalah sebagai berikut:

tangmeasurebale

Written by isal

11 Desember 2020 pada 10:13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> blogger menyukai ini: