Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Inspiring: WhatsApp Story

with one comment

1.Digitalnomics – the power of digital network economy. Perusahaan dengan karyawan hanya 55 orang dibeli rp 209 triliun. #WhatsAppStory

2. Jan Koun, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yg relatif miskin. #WhatsAppStory

3. Saat usia 16 tahun ia nekat pindah ke amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sbg "American Dream". #WhatsAppStory

4. Di usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah.

5. Jan Koun, co founder whatsApp pindah dari Ukraina ke USA di usia 16 tahun bersama ibunya. #WhatsAppStory

6. Untuk bertahan hidup, jan koun remaja bekerja sebagai tukang bersih supermarket. Hidup begtu pahit, begitu Koun membatin. #WhatsAppStory

7. Hidup mereka kian terjal saat ibunya di diagnosa kanker. Mereka lalu hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. #WhatsAppStory

8. Koun lalu kuliah di san jose university. Tapi ia milih drop out. Ia lebih suka belajar programming secara otodidak. #WhatsAppStory

9. Pendiri microsoft, apple, facebook, whatsApp semua bilioner. Mereka juga semua DO saat kuliah. Jadi?

10. Karena keahliannya sebagai programer, jan koun, co founder whatsApp diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo. #WhatsAppStory

11. Ia bekerja di yahoo selama 10 tahun. Di sini pula ia berteman akrab dengan brian acton. Mereka berdua bikin WA thn 2009 setelah resign dari Yahoo.

12. Setelah resign dari Yahoo, mereka berdua sempat melamar ke Google. Ditolak. Google mungkn menyesal seumur hidup menolak lamaran mrka.

13. Setelah whatsApp resmi dibeli dg harga 209 triliun tadi pagi, Jan Koun melakukan ritual yang mengharukan… #WhatsAppStory

14. Ia datang ke tempat dimana ia dulu setiap pagi antri untk dapat jatah makan. Saat ia masih remaja miskin berusia 17 tahun….

15. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat bahkan untuk makan ia tidak punya uang…. #WhatsAppStory

16. Pelan2 matanya meleleh. Ia tak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan harga Rp 209 triliun. #WhatsAppStory

17. Ia lalu terkenang ibunya yg sudh meninggal (karena kanker). Ibunya yg rela menjahit baju buat dia demi menghemat. Tak ada uang, nak….

18. Jan Koun tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita ini kepada ibunya. #WhatsAppStory

19. "Di tempat antri dapat jatah makan ini, nasib hidup saya pernah dipertaruhkan…", begitu mungkin Jan Koun berbisik dalam hati.

20. Rezeki mungkin datang dari arah yg tak terduga. Remaja miskin yang dulu dapat jatah makan itu kini jadi bilioner. #WhatsAppStory

#WhatsAppStory by @Strategi_Bisnis

Written by isal

22 Februari 2014 pada 16:02

Ditulis dalam Indonesiana

Tagged with , , , ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Perjuangan yang tak mudah utk menggapai sukses

    Gusti 'ajo' Ramli

    22 Februari 2014 at 20:40


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: