Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Mari rajin bekerja, menabung dan beramal untuk menyukseskan masa depan

leave a comment »

Dulu teringat pas tahun 1997 ketika krisis moneter akibat spekulan mata uang seperti George Soros meruntuhkan nilai rupiah terhadap dollar sampai Rp. 15.000 per dollar. Orang-orang pada berebut berburu mata uang dollar.

Sekarang 11 tahun berlalu, karma berbalik dimana ekonomi Amerika ambruk oleh skandal produk derivatif subprime mortgage sehingga membangkrutkan bank investasi kakap Lehman Brothers serta hampir membangkrutkan Bank of America, JP Morgan serta AIG.

Ekonomi europa pun sekarang sedang sekarat dimana ekonomi yunani, italia, portugal dan irlandia sedang mengalami krisis utang yang berjumlah miliaran euro.

Disadari atau tidak bangsa Indonesia saat ini dijajah oleh kekuatan ekonomi raksasa seperti amerika dan eropa. Menyusul china. Kebijakan ekonomi yang lemah juga menyumbang fundamental ekonomi indonesia yang snagat rentan terhadap fluktuasi mata uang rupiah. Misal ketika diganggu oleh gonjang-ganjing politik. Rupiah rentan terhadap goyangan angin sepoi politik.

Tak ada lagi yang mesti diperkuat adalah fundamen ekonomi rakyat. Salah satu cara untuk memperkuat kondisi ekonomi itu adalah:

  1.  Rajin menabung
  2. Tekan pola konsumerisme
  3. Minimalisir berutang untuk keperluan konsumtif. Berutang untuk usaha produktif tdk masalah sepanjang kita berupaya keras dan fokus dalam usaha yang kita geluti dan memiliki niat baik untuk melunasinya.
  4. Tidak mempercayakan tabungan jangka panjang (misal utk kuliah anak, naik haji, dsb) dalam mata uang kertas ataupun produk investasi abal-abal (trading berjangka). Emas dan property adalah pilihan tepat investasi jangka panjang. Kelebihan emas sangat liquid dibanding property.
  5. Tetap low profile dan tidak serakah dalam menjalani hidup.

Itu sih mungkin sementara kesimpulan saya terinspirasi oleh rekan-rekan suku bugis dan padang yang giat bekerja dan rata-rata banyak yang sudah naek haji karena mereka rajin menabung emas. Mereka tidak masalah ketika rupiah digoncang prahara karena emas memang terbukti menjaga nilai kekayaaan sehingga tidak dirampok oleh inflasi.

Kita benar-benar sangat terhina ketika misal ketika akan menjual dollar, si orang valuta tidak mau menerima uang dollar yang terlipat walaupun itu seinchi.

Salut untuk pemerintah china dan india yang mendorong rakyatnya untuk terus berinvestasi dalam bentuk emas. Lha pemerintah indonesia kemana ya? Yang ada malah membiarkan Freeport menjarah emas papua dengan bagian royalti 1%. Miris!

Daripada nabung uang dollar ya mending emas aja. Tapi jgn lupa utk keluarkan zakatnya 2.5% jika emasnya sudah mencapai 85 gram.

Go to hell dollar, go to hell euro.. Welcome back gold era!

Written by isal

29 Oktober 2011 pada 15:47

Ditulis dalam Indonesiana

Tagged with , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: