Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Istidraj = Penguluran Waktu

with one comment

Istidraj didefinisikan sebagai anugrah atau rizki yang dilimpahkan Allah kepada mereka yang berbuat maksiat.  Pemberian seperti itu cepat atau lambat akan berakhir dengan penderitaan. Kalaupun penderitaan itu tidak dirasakan di dunia, pasti didapatkan di akhirat.  Karena setiap kemaksiatan pasti di balas, jika tidak bertaubat.

Inilah jawaban bagi yang sering bertanya mengapa banyak orang bermaksiat (korupsi, zina, judi, durhaka kpd orang tua, dll) tapi kok seperti everythings just fine dan malah berada dalam kemewahan. Jawabannya, belum saja.. alias belum kena, hukuman mah pasti terjadi atuh, hukum sebab akibat selalu tertuai. Semakin lama waktu diulur akan semakin sakit. Inilah Penangguhan/penguluran waktu [istidraj] yang Allah berikan secara perlahan-lahan,untuk kemudian dibetot sekali tarik.

Rasulullah bersabda, “Apabila kamu melihat Allah memberi seorang hamba apa yang diinginkannya, padahal hamba itu selalu berbuat maksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj dari Allah untuknya”. (HR. Ahmad dan Thabrani, dalam kitab as-Syu’ab).

Mari bersama-sama kita menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga rizki yang kita terima dan kehidupan yang kita jalani tidak termasuk dalam istidraj.

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat Kami,akan kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh rencanaKu sangat teguh.” (Al-A’raf 182-183)

“Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (Al-Baqarah 126)

Semoga renungan ini bisa menjadi nasehat bagi diri pribadi, keluarga & kita semua. Ammien.

Further Reading :

Written by isal

2 Januari 2010 pada 00:29

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya, itulah istidraj. Allah a’lam

    Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/makna-istidraj/#ixzz2S1hR2bJQ

    kurniawan a

    1 Mei 2013 at 16:00


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: