Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Merenung melihat rembulan, ditemani tukang sate padang

with 6 comments

Tengah malam jam 01.00 pagi terbangun oleh teriakan tukang sate padang yang khass : ” sateeee padang” ah kok kenapa perut ini jadi laperr ya. Ah buru-buru keluar dan manggil si tukang sate. ” Bang dua bungkus”. Halah marukk…

Ambil kamera HP, jepret ah tukang satenya. hihi dapet..

tukang sate padang

Tanya ke si abangnya, ” bang pulang jam berapa? “. Si abang jawab “Jam 03.00 pak”. Walah larut banget bang. Waah terharu oleh semanget si tukang sate yang berjuang sampai larut malam. Sampai subuh lagi. Apalagi BBM sudah naek lagi. Haduh ya Allah tidak-kah hamba-Mu ini bersyukur atas nikmat yang tlah kau berikan?

Kebetulan pas malam tersebut adalah bulan purnama, wahh menambah daya magis jajan satenya. Lagian di jalanan udah pada sepiii. Wahh tambah romantis. Ah jadi inget liriknya saujana.

Rembulan..
Cahayanya menawan menerangi kegelapan malam
bebintang sinar berkelipan
menghiasi cahaya rembulan
bulan dan bintang menjadi saksi
kebesaran Ilahi

Bintang-bintang bertaburan di angkasa
Angkasa raya
Panduan mereka yang berkelana
Perjalanan oh rembulan merentasi cakerawala
Petunjuk perkiraan tahunan
Bulan dan bintang menjadi saksi kebesaran Ilahi

Sinaran mentari menyinari bumi Tuhan ceria kembali
Awan berarak bebasnya
Memayuingi alam semesta
Tunduk dan syukur pada Ilahi..
Kurniaan abadi

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

“Then which of the Blessings of your Lord will you deny?”

Written by isal

25 Mei 2008 pada 22:45

Ditulis dalam Power

Tagged with , , , , ,

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. hihih ko sate nya ga di screen shot…
    jadi pengen……. šŸ˜¦

    kelepon

    27 Mei 2008 at 00:58

  2. Biasane sing dodolan sate mbengi kuwi sate meduro sal. Dhudu sate padang.. iki rodo anomali šŸ˜€

    rendra

    27 Mei 2008 at 13:19

  3. Sate padang kan juga enak, itung2 juga biar ga stereotip..

    petak

    28 Mei 2008 at 11:29

  4. Sate padang kan juga enak, itung2 juga biar ga stereotip..

    petak

    28 Mei 2008 at 11:29

  5. adeuh…

    terinspirasi dari sate padang!

    hebad bener om

    hueheuhuehe

    ah ah ah

    jadi kabita pengen sate padang juga šŸ˜¦

    natazya

    28 Mei 2008 at 12:19

  6. @kelepon: screeshot satenya lupa blm diupload. ntar ya nyusul

    @rendra: teu ngarti ndra bahasa jawa medok lu

    @petak: emang eke kalau jajan sate suka variasi. Kadang sate padang, kadang sate kambing madura. Hmmuahhh maknyuss

    @tazya: eh ari di bandung aya anu icalan sate padang teu? kekekek.. kalau ke bandung eke kangen sate kambing anu di depan Jl. H. Akhsan (SMU 11) Moh Toha. Enak pisan eta mah. Ti SD tos langganan. Ahhh Bandung I Miss U.

    isal

    28 Mei 2008 at 17:16


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: