Diary of an IT Guy #AnakBinus

Build Bridges, not Walls. Collaboration Forever!

Carilah 3 HOBI untuk mu:

leave a comment »

Kalau saya pribadi:

1. Yang menghasilkan uang: ngoprek komputer/ gadget, ngoprek perangkat jaringan, ngulik software, bikin website, jualan barang bekas

2. Yang bisa menjaga kesehatan: main sepeda, berenang, hiking

3. Untuk tetap kreatif: menyanyi, ngulik kode program, rajin ikut elearning

Kalau kamu?

Written by isal

17 Januari 2021 at 11:39

Ditulis dalam Uncategorized

Upgrading Mountain Bike Turanza 2906MX

leave a comment »

Initial Factory Defaults:
– Brand : Turanza 2906MX
– Frame: Alloy 6061 hard tail
– Brake : Vertex Hydrolics
– Hub : Freewheel
– Sprocket: 10 speed, 11-36T
– Chain ring: steel 28T & 38T
– Rear & Front Derailleur: Vertex 2×10
– Price: Rp. 2.900.000 (USD 205)

After enhancements upgrade:
– Hub : Pacific Cassete (jangkrik)
– Sprocket: 10 speed, 11-42T
– Chain ring: Alloy Deckas 32T
– Chain: VG-Sport Gold
– Rear Derailleur: LTwoo 10 speed long cage
– Front Derailleur: none
– Upgrade cost: Rp: 2.000.000 (USD 140)

This is the result and wow this bicycle is more than enough for newbie like me 🙂
TOTAL SPENDING is about USD 345

Written by isal

19 Desember 2020 at 22:10

Ditulis dalam Hobby

Tagged with , , , , ,

Google Services Outage 14 Dec 2020

leave a comment »

Google was experiencing services outage in 14 Dec 2020 about 18.00 GMT +7.

I have taken the status from https://www.google.com/appsstatus#hl=en&v=status

Written by isal

15 Desember 2020 at 07:20

Ditulis dalam cloud

Gambaran terkait proyek IT untuk pengembangan system e-Voting Pemilu berbasis mobile application

leave a comment »

Ceritanya saya ditunjuk sebagai seorang manajer proyek pada suatu proyek IT untuk pengembangan system e-Voting berbasis mobile application yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses pemungutan suara dalam pilkada serentak di Indonesia, maka big picure langkah strategis yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:

A. MOV (Measurable Organization Value) Project Mobile Based e-Voting

MOV (Measurable Organization Value) adalah cara untuk mengukur keberhasilan suatu proyek tidak hanya di akhir proyek, namun juga seperti yang digunakan dan operasional. Untuk memberikan nilai nyata bagi sebuah proyek organisasi harus menyelarasan dan mendukung strategi serta tujuan organisasi. Kata MOV diciptakan oleh Jack Marchewka sebagai alat alternatif untuk konsep Return on Investment atau ROI yang berarti keseluruhan tujuan dan ukuran keberhasial suatu proyek. Sebuah MOV harus measurable (dapat diukur), memberikan nilai bagi organisasi, disepakati oleh tim dan dapat diverifikasi.

Proses-proses yang dilakukan untuk mengembangkan MOV project e-Voting :

  1. Mengidentifikasi area berpengaruh yang diinginkan
    Terdapat beberapa area yang berpotensi antara lain strategi, customer, finansial, operasional,

• Strategic.

– Pemilu berjalan dengan aman, efektif, efisien dan akuntable.

– Rekapitulasi hasil pencoblosan dihasilkan dengan cepat, akurat, aman dan bebas dari kesalahan

– Hasil rekapitulasi pemilu dapat diakses secara realtime oleh semua kalangan via internet atau perangkat mobile.

• Customer

– Pemilih dapat dengan mudah untuk melakukan pencoblosan secara elektronik tanpa perlu antri secara fisik di TPS

– Panitia dapat dengan mudah mendapatkan hasil pemilu

• Financial.

– Biaya operasional pemilu dapat ditekan seefisien mungkin dibandingkan dengan pemilu konvensional biasa lewat TPS. Dari data CNN Indonesia[1], biaya total pilkada serentak tahun 2019 adalah sebesar Rp. 10 Triliun.

– Sistem E-Voting di Pilkada dipastikan akan bisa menekan biaya secar efektif

• Social.

– Peran manusia dapat dikurangi seefisien mungkin. Tidak diperlukan lagi petugas KPPS yang banyak di TPS.

– Pemilu bisa berjalan dengan aman dan tanpa gaduh

  1. Mengidentifikasi nilai yang diinginkan bagi organisasi khususnya KPU sebagai sponsor Project.
    Terdapat 4 hal yang membantu menentukan nilai bagi organisasi:

– Better Election, E-Voting meningkatkan kualitas atau efektivitas Pemilu

– Faster Election Proces, E-Voting meningkatkan kecepatan atau mengurangi waktu siklus perhitungna suara

– Cheaper Election, Pemilu lebih murah dan mengurangi biaya anggaran negara dari pemborosan

– Do More, E-Voting bisa melakukan lebih misal proses sosialiasi pemilu dan pengenalan para bakal calon menjadi lebih jelas dan transparan

  1. Metric / ukuran yang tepat Sistem E-Voting

Dengan System E-Voting ini, KPU sebagai sponsor menetapkan metrik target sebagai berikut:

– Tingkat partisipasi pemilih mencapai 90% dan golput ditekan maksimum 10%.

– Anggaran belanja untuk pemilu bisa ditekan hingga 70%.

– Waktu pemrosesan rekapiltasi total suara final dapat diketahui 1 jam setelah batas jam pemilu berakhir

  1. Menentukan target waktu untuk mencapai MOV

– Project E-Voting ini harus selesai 6 bulan sebelum pemilu dimulai

– Proses evaluasi berupa testing dan simulasi harus selesai dalam waktu 4 bulan sebelum Pilkada.

– Audit sistem dan sertifikasi berbagai macam compliance oleh konsultan independen harus beres 2 bulan sebelum pemilu dimulai

– Sistem E-Voting setiap tahun akan diadit oleh auditor independet

  1. Verifikasi dan mendapatkan persetujuan dari stakeholder proyek
    Verifikasi ini berguna untuk memastikan bahwa MOV akurat dan realistis serta mendapatkan persetujuan stakeholder/sponsor dalam hal ini :
    • KPU
    • Pemerintah
    • DPR
  1. Meringkas MOV dalam statement atau tabel yang jelas
    Proyek E-Voting ini akan berjalan dengan sukses jika :
Penyelegaraan Pilkada MOV
Ke-1 Partisipasi pemilih mencapai 85% dan biaya pilkada ditekan hingga 50%
Ke-2 dan seterusnya Partisipasi pemilih mencapai 90% dan biaya pilkada ditekan hingga 70%

Baca entri selengkapnya »

Written by isal

11 Desember 2020 at 10:13

Hubungan strategi bisnis dan IS/IT

leave a comment »

Sebelum kita membahas lebih dalam terkait hubungan strategi bisnis dengan Information System / Information Technology (IS/IT), maka kita harus tahu dulu apa itu strategi. Menurut (Olsen, 2007), strategi berarti secara sadar memilih untuk menjadi jelas tentang arah perusahaan yang kita kelola dalam kaitannya dengan apa yang terjadi di lingkungan yang dinamis. Dengan pengetahuan ini, kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk merespon secara proaktif terhadap perubahan lingkungan.

Poin baik dari strategi adalah sebagai berikut:

· Menetapkan nilai unik proposisi dibandingkan dengan kompetitor kita

· Dieksekusi melalui operasi yang memberikan nilai yang berbeda dan disesuaikan untuk pelanggan

· Mengidentifikasi tradeoff yang jelas dan mengklarifikasi apa yang tidak harus dilakukan

· Berfokus pada kegiatan yang cocok dan saling memperkuat

· Mendorong peningkatan berkelanjutan dalam organisasi dan menggerakkannya menuju visinya

Strategi bisnis bertujuan untuk memberikan arah yang jelas bagi tercapainya visi dan misi suatu perusahaan. Menurut (Boar, 2000), strategi bisnis (business strategy) harus fokus pada hal berikut:

  1. Membangun keunggulan baru yang meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan jarak dari kompetitor
  2. Mempertahankan keunggulan yang ada yang meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan jarak dari kompetitor
  3. Menekan atau menghilangkan keunggulan kompetitor

Setiap organisasi memiliki beberapa bentuk strategi, baik implisit maupun eksplisit, dan inti dari stratregi bisnis terletak dalam menciptakan keunggulan kompetitif di masa depan lebih cepat dibanding kompetitor. Organisasi didorong untuk melakukan inovasi sehingga mampu menciptakan lingkungan bisnis yang sehat.

Adapun gambaran detail dari hubungan antara strategi bisnis dan strategi IS/IT adalah seperti pada gambar sbb:

Gb. 1 Hubungan antara Strategi Bisnis dan Stategi IS/IT (Ward & Peppard, 2002)

Dari gambar 1 di atas, strategi bisnis dan IS/IT memiliki keterkaitan satu sama lain.

  • Strategi bisnis mencakup : keputusan bisnis, tujuan dan arah perusahaan dan manajemen perubahan yang terjadi di perusahaan. Pada aspek ini menjadi pijakan dimana bisnis berlangsung dan mengapa (why) bisnis harus tetap berjalan. Dan ini menjadi arahan bagi stategi IS/IT di bawahnya.
  • Strategi IS mencakup: basis/dasar pendukung bisnis, orientasi permintaan dan fokus pada penerapan/aplikasi. Pada aspek ini menjadi pijakan apa-apa saja (what) yang diperlukan bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Dan ini diturunkan menajdi kebutuhan-kebutuan dan prioritas apa yang harus dilakukan pada strategi IT.
  • Stategi IT mencakup activity based di lapangan, orientasi penyediaan dan fokus pada teknologi. Pada aspek ini menjadi pijakan mengenai bagaimana (how) bisnis dapat dideliver dengan baik melalui teknologi berupa insfrasturktur dan layanan.

Di lingkungan bisnis yang dinamis dan berubah cepat seperti saat ini, sumber yang bisa mejadikan keunggulan kompetitif adalah konsep strategi IS/IT yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Selain itu IS/IT bisa dijadikan sebagai enabler strategi bisnis baru.

Apa yang dapat disimpulkan adalah bahwa kita harus memperlakukan IS/IT seperti bagian lain dari bisnis, seperti marketing, produksi atau purchasing — yakni harus diterapkan secara efisien dan efektif agar bisnis dapat bertahan tetapi juga dapat memberikan daya saing strategis bagi organisasi jika dikelola secara baik. Hal ini menyiratkan pendekatan yang berasal dari dan terintegrasi dengan komponen lain dari strategi bisnis.

Written by isal

11 Desember 2020 at 10:02

Current Popular Programming Language

leave a comment »

Just pick one or two to mastery!

Written by isal

8 Desember 2020 at 11:31

Ditulis dalam Uncategorized

Top mistakes I made as junior developer

leave a comment »

😔

Written by isal

25 November 2020 at 18:04

Ditulis dalam Uncategorized

Nasehat untuk orang IT

leave a comment »

Written by isal

12 November 2020 at 08:09

Ditulis dalam Uncategorized

Path to a Successful Deployment

leave a comment »

Introduction

As mentioned in the course introduction, a G Suite deployment for larger organizations is typically managed over three phases. Let’s take a look at these phases and optimum timelines. It is said that there are typically three ‘Go-Lives’ in a G Suite deployment:

  • Core IT
  • Early Adopters, and
  • Global Go-Live

While deployments typically run for between 90 and 120 days in large enterprises, it’s useful to think of it as a three month effort. This can be quite helpful in laying out the deployment lifecycle plan for people working in the organization. The diagram below shows the three stages and key objectives of each.

Note that larger organizations will need the deployment to be phased out over a longer timescale, whilst other smaller organizations may move more swiftly.

Follow the guidelines here and the resources linked to from this course and you will achieve a successful deployment for your organization.

Core IT

In the Core IT phase, you’re working with a small group of IT professionals within the organization, upto 25 individuals, and piloting the deployment with them. This phase doesn’t create any change or disruption to the existing IT systems operating there. The successful provisioning for this group is critical in order to be able to proceed to the next phase. It provides an excellent opportunity to identify forthcoming challenges and issues and resolve them at this early stage.

Early Adopters

In the Early Adopters phase, you build on what you have achieved with the Core IT phase. Essentially this is a full deployment, but rolled out to between 5% and 10% of the staff compliment. Now, the G Suite deployment is more visible and you can use this phase to step up the technical rollout and especially the Change Management elements.

This phase should not be viewed as a technical rehearsal. It is rather a rehearsal for the organization. It is a Change Management milestone, where user acceptance is built. During this phase you will also enable Google Guides in your organization. These mentors will play a critical role in communicating acceptance and enthusiasm for new ways of working that are facilitated by the technology, G Suite.

Global Go-Live

There should be no surprises in the Global Go-Live phase. It’s primarily concerned with bringing the rest of the organization onto the G Suite system, thus embedding the Go-Live processes into the business. Pro-active communications and easy-to-find support are essential at this phase. During this phase, you will engage the Google Guides to support the workforce during this larger company Go-live.

As with any IT implementation, fast access to training is essential as there’s a critical window to achieve global user acceptance. Many IT projects fail because people were not adequately supported to use them. There are other reasons of course, but it’s seldom because of a fault in the technology.

As Google itself points out, the technology associated with G Suite works, and we know this because it’s working all over the world. Your job is to support your business in deploying G Suite and, most importantly, the processes it makes possible.

Written by isal

31 Oktober 2020 at 15:39

Ditulis dalam cloud

Tagged with , , ,

%d blogger menyukai ini: